Senin, 08 Juni 2015

Pengkhianatan Sadis: Seorang Murid mengkhianati Gurunya

Saat ini kita sudah cukup akrab dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Pengkhianatan terjadi oleh karena adanya kedekatan emosi atau hubungan khusus baik itu berupa kerabat, atasan-bawahan, maupun sahabat.  Dengan adanya pengkhianatan berarti ada pihak yang tidak tulus dalam hubungan itu.  Dia mungkin ingkar janji, membuka rahasia, berubah jahat, ataupun menusuk diam-diam.

Pengkhianatan yang dilakukan Yudas adalah pengkhianatan yang dikenal sadis di dunia ini. Baca Yohanes 18:1-4.  Pada bagian ini, Sang Juruselamat harus menghadapi proses untuk menderita.  Penangkapan Yesus merupakan proses yang paling sadis dan terkenal keburukannya.  Bukan saja di kalangan orang kristen namun juga di kalangan agama lain yang mengenal cerita ini sungguh-sungguh.

Sering kali kita mencemooh Yudas, murid Yesus yang mengkhianati Yesus, dan memimpin prajurit itu untuk menangkap Yesus.  Kita menuduh bahwa Yudaslah penyebab segala penderitaan dan kematian Yesus. 
Namun sebenarnya bukan hanya karena Yudas dan bukan hanya Yudas saja penyebab kematian Yesus. 

Yesus mati karena engkau dan aku.  Oleh karena dosa-dosa dan pelanggaran kita.  Inilah makna kematian Yesus bagi kita.  Dengan kematian Yesus, kita yang berdosa tidak jadi menghadapi penghukuman karena dosa.  Asal saja kita percaya kepada-Nya dan memohon ampun atas dosa-dosa kita.  1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Dengan berbuat dosa setiap hari, menggosipkan, menghina, memfitnah, merencanakan kejahatan, mengabaikan orang miskin, melawan orangtua, dan sebagainya.  Maka kita telah mengkhianati Yesus setiap kali kita melakukan hal itu.

Namun, karena Yesus mengasihi kita, kita tak perlu seperti Yudas Iskariot yang setelah mengkhianati Yesus lalu bunuh diri.  Ia mati mengenaskan dalam dosanya layaknya Saul yang mati mengenaskan karena ketidaktaatannya. 
Inilah kemuliaan Yesus Kristus, setiap orang yang berdosa diampuninya, asal saja orang itu mau bertobat dan percaya pada Yesus. 

Jika Anda ingin pemulihan hidup keluarga Anda, mulailah dari diri Anda sendiri untuk mengalami pertobatan dan memaknai penebusan dalam Yesus Kristus.

Tuhan memberkati.