Saat ini
kita sudah cukup akrab dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang
terdekat.
Pengkhianatan terjadi oleh karena adanya kedekatan emosi
atau hubungan khusus baik itu berupa kerabat, atasan-bawahan, maupun
sahabat. Dengan adanya pengkhianatan
berarti ada pihak yang tidak tulus dalam hubungan itu. Dia mungkin ingkar janji, membuka rahasia,
berubah jahat, ataupun menusuk diam-diam.
Pengkhianatan yang dilakukan Yudas adalah pengkhianatan
yang dikenal sadis di dunia ini. Baca Yohanes 18:1-4. Pada bagian ini, Sang Juruselamat harus
menghadapi proses untuk menderita. Penangkapan
Yesus merupakan proses yang paling sadis dan terkenal keburukannya. Bukan saja di kalangan orang kristen namun
juga di kalangan agama lain yang mengenal cerita ini sungguh-sungguh.
Sering kali kita mencemooh Yudas, murid Yesus yang
mengkhianati Yesus, dan memimpin prajurit itu untuk menangkap Yesus. Kita menuduh bahwa Yudaslah penyebab segala
penderitaan dan kematian Yesus.
Namun sebenarnya bukan hanya karena Yudas dan bukan hanya
Yudas saja penyebab kematian Yesus.
Yesus mati karena engkau dan aku. Oleh karena dosa-dosa dan pelanggaran
kita. Inilah makna kematian Yesus bagi
kita. Dengan kematian Yesus, kita yang
berdosa tidak jadi menghadapi penghukuman karena dosa. Asal saja kita percaya kepada-Nya dan memohon
ampun atas dosa-dosa kita. 1 Yohanes 1:9
“Jika
kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan
mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. “
Dengan berbuat dosa setiap hari, menggosipkan, menghina,
memfitnah, merencanakan kejahatan, mengabaikan orang miskin, melawan orangtua,
dan sebagainya. Maka kita telah
mengkhianati Yesus setiap kali kita melakukan hal itu.
Namun, karena Yesus mengasihi kita, kita tak perlu
seperti Yudas Iskariot yang setelah mengkhianati Yesus lalu bunuh diri. Ia mati mengenaskan dalam dosanya layaknya
Saul yang mati mengenaskan karena ketidaktaatannya.
Inilah kemuliaan Yesus Kristus, setiap orang yang berdosa
diampuninya, asal saja orang itu mau bertobat dan percaya pada Yesus.
Jika Anda ingin pemulihan hidup keluarga Anda, mulailah
dari diri Anda sendiri untuk mengalami pertobatan dan memaknai penebusan dalam Yesus
Kristus.
Tuhan memberkati.